Tentang Surat dan Catatan Dari Tiga Tahun Yang Lalu

Pagi ini, ditengah-tengah kegiatan bebersih rumah depan yang kosong dan (semacam) berantakan, saya menemukan selipatan kecil amplop kecoklatan tanpa tulisan didepannya. Sebuah surat tanpa nama pengirim. Tersenyum, saya mengingat dengan persis bahwa itu adalah surat yang diberikan seorang sahabat pada ulang tahun saya yang ke-19, kembali pada hari terakhir di bulan April 2008 silam. Sebuah surat! Tertanggal 30 April 2008! I've always said to most people about how much I love getting letters, hand-written letters, on my birthday... Dan surat itu adalah satu-satunya yang pernah ada di hari ulang tahun saya. Satu-satunya - bayangkan! Surat itu jelas adalah satu bentuk penghargaan atas hal-hal sederhana yang mengisi ruang mimpi seseorang.

Berhubung saya sangat menghormati si penulis surat dan menyukai isinya, mungkin tidak ada salahnya menuliskan ulang isi surat itu dan berharap ada sedikit reproduksi makna atas kenangan yang ada. Ada beberapa orang yang barangkali sadar ini dari siapa, tapi sebaiknya nama itu disimpan saja. :)

Claradevi, yang menyukai Venus Andromeda dan berulang tahun di hari ini - 30 April 2008.

19 adalah sebuah kombinasi dari dua bilangan yang mewakili suatu jarak dari perjalanan angka - terjebak dalam relativitas sang waktu. Angka 1 dan 9. Angka 1 adalah sebuah awal mula. Tempat semua dimulai untuk selanjutnya dipenuhi dengan suatu petualangan, dimana akhir adalah niscaya yang mungkin ada. Angka 9 adalah akhir dari semuanya. Ia menjadi tempat pelabuhan dimana angka-angka berhenti. Sembilan juga adalah sebuah akhir yang mengakhiri perjalanan angka pertama. Ketika kedua angka itu bersama, tidak terhindarkan awal dan akhir akan bertabrakan dan membenturkan diri satu sama lain. Pun juga saat bertemu, 1 dan 9 akan melengkapi bagian yang hilang dari diri mereka masing - masing. Bagian yang hilang dimana setiap awal membutuhkan akhir, dan setiap akhir bermula dari awal. Layaknya sebuah janji, disitu telah gugur satu dunia lama dan berganti menjadi sebuah dunia baru yang masih penuh labirin tak berpeta.

Seperti nasib angka 19, begitulah umur manusia. Akan ada masa dimana akan gugur waktu lampau yang tergantikan oleh waktu yang baru. Di dalam masa itu pula, waktu yang baru akan menjadi sebuah titik tolak dari perjalanan hidup penuh ketidaktahuan yang harus dilewati seseorang. Dengan posisi dimana simbol awal dan akhir bersatu dalam satu satuan angka, perubahan menjadi ada dalam hidup manusia. Tepat pada saat kalender menghitung penuh putaran waktu sembilan belas tahun setelah kelahiran, saat itu juga akan selesai suatu waktu lampau yang telah dimiliki oleh seorang gadis kecil. Di suatu akhir itulah, hidupnya yang jauh dari dewasa telah berada pada titik akhirnya. Tak akan ada lagi masa dimana hidup selalu dipinjamkan kepada orang lain hingga ia tidak menjadi tuan bagi dirinya sendiri.

Namun seperti layaknya sebuah permulaan, prolog baru yang menggantikan masa lampau akan menjadi suatu perjalanan panjang yang melelahkan. Hidup telah berganti dari bermain-main menjadi pemain. Seorang gadis kecil, menjadi perempuan dewasa. Seorang musafir di padang gurun yang bertahan dalam kerasnya badai pasir dan terpaan panas matahari, dengan tak jarang menemukan manisnya kurma dan segarnya oase yang ia dapat di tengah penderitaan. Begitulah nasib dari angka 19. Angka-MU. Dimana awal dan akhir bertemu, disitu pula akan terjadi sebuah perjalanan menuju perubahan dalam hidup manusia. Warna dan lika-liku, katakanlah, telah diberikan padamu oleh yang ter-Maha. Dan ketika waktu adalah suatu misteri yang telah terberi. Manusia terjebak di dalamnya dan tak akan pernah bisa memandang jernih terhadapnya. Dalam keterjebakan itulah, kita sesekali kembali menjadi bocah yang tidak berdaya melawan perputaran sang waktu. Boleh dikatakan ini adalah dukungan untuk mensyukuri waktu yang telah kita miliki - setidaknya - meskipun kita tidak tahu berarah kemana.

Untuk Devi, selamat menempuh awal dan akhir dari angka hidupmu. Satu dan sembilan, awal dan akhir, masa yang baru. Selamat mencari tahu kemana arah perjalanan itu akan menggiringmu.

M.E.H.

Satu kekuatan dari tulisan adalah bagaimana ia dapat memotong-motong jiwa seseorang menjadi beberapa bagian, dan sesekali meminjamkan potongan itu untuk menjadi kekuatan bagi jiwa lain. Potongan jiwa yang saya temukan pagi ini adalah kalimat: "...Tak akan ada lagi masa dimana hidup selalu dipinjamkan kepada orang lain hingga ia tidak menjadi tuan bagi dirinya sendiri."

Tiga tahun yang lalu dan sebuah pemikiran baru dapat terbukti kebenarannya saat ini. Angka 19 bergulir dan membentuk dua huruf tambun 22 sekarang. Atau 23 pada April mendatang. Ada saat-saat yang hilang dan luput dari rekaman, tapi surat ini menjadi pengingat bagaimana dan siapa saya pada tiga tahun silam - dan bagaimana orang-orang disekeliling saya. Bagaimana mereka saat ini telah entah dimana. Dan bagaimana ada sebersit rasa rindu yang tidak terjelaskan bahkan oleh saya.

Untuk M, teman baik saya, terimakasih untuk memberikan hadiah sederhana namun tidak akan pernah berkurang - justru setiap saat selalu bisa bertambah maknanya.

Untuk siapapun yang berumur 19 tahun diluar sana, selamat memulai perjalanan. Terkadang kita membutuhkan simbol-simbol yang mewakili makna karena hidup manusia tak lain dan tak bukan adalah terbentuk dari kata-kata. Your 19 numbers are might just the sign, but your actions towards will be the justifying journey. Make a memorable one :)


*catatan ini ditulis tiga tahun lalu - tepatnya tahun 2011.